Selasa, 29 April 2014

BERAKHIR KARENA KEPENTINGAN KELUARGA

Comments

BERAKHIR KARENA KEPENTINGAN KELUARGA

Dari kisah saya sebelumnya tentang kisah cinta Prabowo dan Titiek, kita seolah melihat sempurnanya hubungan mereka, tapi apa yang terjadi hari ini adalah mereka tidak hidup bersama alias sudah berpisah.

Lalu bagaimana mereka berpisah??

Tidak ada yang tahu persis ceriteranya tapi cerita yang paling mendekati kebenarannya tertuang dalam Buku Begawan Ekonomi Prof. Dr. Sumitro Djojohadikusuma berjudul 'Jejak Perlawanan Begawan Pejuang-Sumitro Djojohadikusumo'.

Feodal vs Liberal

Keluarga Besar Cendana

Keluarga Besar Prof. Dr. Sumitro Djojohadikusumo
Dikisahkan disana bahwa karena perbedaan latar belakang culture dan gaya hidup antar kedua keluarga besar menyebabkan kerikil - kerikil kecil yang pada akhirnya berimbas pada pernikahan mereka.
Pak Harto dan Bu Tien yang hidup bak keluarga Keraton karena latar belakang Soeharto yang berasal dari Jogjakarta dan Ibu Tien dari Keraton Mangkunegara. 

Dilain sisi, Keluarga Soemitro yang walaupun berdarah Keraton karena berasal dari keluarga langsung Raden Mas Margono Djojohadikusumo dan Pangeran Diponegoro mereja menghabiskan banyak sekali waktu di Luar Negeri akibat tugas negara dan pembuangan kolonial.

Idealisme Perubahan vs Status Quo
 
Serta diceritakan bahwa Sumitro yang pernah menjabat Meteri Ekonomi di Kabinet Pembangunan sering mengkritik kebijakan - kebijakan ekonomi Pak Harto, terakhir yang paling serius adalah mengkritisi kebocoran 30% Data  Pembangunan.

Titiek yang menjadi anak kandung Pak Harto sering menyampaikan pesan Pak Harto kepada mertuanya agar jangan terlalu sering mengkritisi Besannya, tapi dasar orang dengan idialisme tinggi seperti Pak Sumitro tidak mau memperdulikan himbauan Pak Harto itu.

Akibatnya pada tahun 1995 atau 3 Tahun menjelang lengsernya Soeharto adalah saat yang sangat kritis dimana sikap Pak Harto yang sangat overprotected kepada kekuasaanya dengan menindak secara serius pengkritik - pengkritiknya termasuk Sumitro. 

Tindak-tanduk Sumitro dan keluarga rupanya semakin tidak berkenan di hati keluarga Cendana. Puncaknya adalah peristiwa lengsernya Soeharto pada 21 Mei 1998. Cendana marah mengapa Prabowo membiarkan mahasiswa menduduki gedung MPR/DPR, mereka curiga bahwa itu disengaja sebagai bagian dari konspirasi untuk menjatuhkan Soeharto.

Dilema. Kepentingan Keluarga vs Karier Suami

Siti Hardiyanti Hastuti (Tutut) dan Mamiek (Siti Hutami Endang Adiningsih), dituliskan dalam buku itu marah-marah kepada Prabowo. 'Kamu ke mana saja dan mengapa membiarkan mahasiswa menduduki Gedung MPR/DPR?' Prabowo kala itu menyahut, apakah dia harus menembaki para mahasiswa itu.

"Tanggal 25 Mei 1998 Letjen Prabowo Subianto resmi dicopot dari Pangkostrad dan dikirim ke Bandung untuk menjadi Komandan Sesko ABRI. Tak berapa lama setelah pemeriksaan Dewan Kehormatan Perwira (DKP), bahkan karier militer Prabowo diakhiri oleh Wiranto. Akhirnya Prabowo memutuskan untuk memilih menjadi pengusaha di luar negeri guna menyusun hidup yang baru," demikian yang tertulis di buku tersebut.

Setelah itu kisah cinta Prabowo-Titiek Soeharto menguap bak embun pagi, sang ayah tak lagi membahas kisah cinta Prabowo.

Belakangan diketahui Prabowo dan Titiek memutuskan berpisah. Namun tak ada yang tahu persis kapan pastinya mereka berpisah.

Kedatangan Prabowo ke Pesta Ulang Tahun Titiek hari senin 21 April 2014 yang lalu seakan mengingatkan memori cinta mereka. Siapa tahu dengan kondisi saat ini ketika Prabowo membutuhkan seorang wanita untuk menjadi Ibu Negara kelak jika menjadi Presiden, cinta mereka, Prabowo dan Titiek bisa bersemi kembali. CLBK - Cinta Lama Bersemi Kembali. SEMOGA.

Amin.

VIDEO ULANG TAHUN TITIEK SOEHARTO DIHADIRI PRABOWO 2014
Semoga Rujuk


READ MORE - BERAKHIR KARENA KEPENTINGAN KELUARGA

...

KISAH CINTA PRABOWO SUBIANTO

Comments

Bagaimana Kisah Cinta Prabowo dan Titiek Soeharto, 

 photo unduhan1-1.jpg
Kita tahu bahwa Pak Prabowo Subianto sedang berada digaris depan pertarungan untuk menduduki kursi RI-1. Dan orang-orang mencari tahu segala hal tentang pribadi Pak Prabowo. Jika anda ingin mengetahui Siapa Prabowo Subianto KLIK DISINI, untuk membuka halaman khusus yang saya tulis tentang beliau.

Seperti janji saya diwaktu lalu, sekarang saya akan lanjutkan ceritera tentang kisah cinta Prabowo.

Dikisahkan dalam buku biografi Sumitro yang terbit tahun 2000 itu bahwa pada bulan Mei 1983, putra ketiga Prof Sumitro Djojohadikusumo yakni Prabowo Subianto menikah dengan Siti Hediyati, putri Presiden Soeharto. Bertindak sebagai saksi dalam pernikahan tersebut Jenderal M Jusuf.

Peristiwa itu berlangsung setelah keduanya hampir dua tahun berpacaran. Banyak cerita beredar mengenai awal perkenalan Prabowo dan Titiek Soeharto.

Pertunangan dengan Titiek Soeharto bukanlah kisah cinta pertama buat Prabowo. Ia sebelumnya pernah menjalin hubungan serius dengan seorang gadis Yogya, namun putus di tengah jalan lantaran Prabowo sebagai tentara selalu sibuk tugas ke lapangan.

Kisah Cinta Prabowo dan Penyebab kegagalan pernikahannya akan saya lanjutkan di artikel khusus..


Prabowo juga pernah memiliki beberapa teman wanita lain, tapi Sumitro hanya memperhatikannya sambil lalu. Sampai suatu hari Prabowo meminta izin kepada Sumitro bahwa ia hendak membawa seorang teman wanita. Prabowo cuma mengatakan bahwa pacarnya itu salah satu murid Sumitro.

Belakangan diketahui sang murid itu adalah Titiek Soeharto. Sumitro pun berpesan khusus kepada putranya. "Kalau kali ini kamu tidak serius, payah deh kamu," tulis Sumitro dalam buku tersebut.

Setelah itu, Prabowo bergerak cepat dan memperkenalkan putri Soeharto itu ke neneknya. Pada kunjungan awal, nenek Prabowo belum tahu siapa Titiek Soeharto, hanya mengira ia anak Yogya yang kuliah di Jakarta dan mondok di kawasan Menteng. Prabowo masih menyembunyikan identitas Titiek.

Sampai kemudian pada kunjungan kedua, anak kemenakan Sumitro justru mengenali Titiek dan memberitahu kepada ibunda Sumitro bahwa teman Prabowo itu putri Presiden Soeharto. Sang nenek pun terperanjat. Semenjak itu si nenek berubah sikap, bukan tak setuju tapi sang nenek sangat anti feodal. Dia tahu Ibu Tien berasal dari Mangkunegara, alhasil sangat feodal. Ini tentu sangat berbeda dengan budaya nenek Prabowo yang berasal dari Jawa Timur.

Namun baik Sumitro maupun ibu Sumitro, sesungguhnya cukup tertarik dengan kepribadian Titiek yang dinilai sangat rendah hati dan sopan.

Sampai kemudian pada suatu upacara di Istana Negara, Ibu Tien mendekati Sumitro dan berbisik soal kedekatan Prabowo dan Titiek. Tak berapa lama setelah itu datang Tjoa Hok Sui, kepercayaan Probosutedjo, dan berkata hal yang sama bahkan mendorong Sumitro agar segera meresmikan hubungan Prabowo dan Titiek.

Sumitro saat itu masih bingung. Dia langsung bertanya kepada Prabowo mengenai keseriusannya. Prabowo pun menjawab 'Ya, nanti saya lamar'. Prabowo pun terkejut saat diberitahu bahwa ia tidak boleh melamar sendiri, melainkan harus pihak keluarga yang datang.

Sumitro akhirnya datang melamar istri untuk anaknya itu. Sumitro melamar dalam bahasa Indonesia. Jawaban dari Pak Harto kala itu, 'Pak Mitro, tentu kita betul-betul merasa bahagia, tapi saya harus bicara juga sama kedua anak ini terlebih dahulu untuk kasih nasihat. Bagaimanapun juga pasti masyarakat luas akan menyoroti ini, mengingat saya sebagai kepala negara dan Pak Mitro sebagai cendekiawan terkemuka'.

Singkat cerita keluarga Soeharto menerima lamaran keluarga Sumitro dengan baik dan penuh rasa hormat. Terlebih Ibu Tien, kala itu terlihat amat bahagia. Meskipun Sumitro kala itu terus mengkritik kebijakan pembangunan Soeharto.

Lalu bagaimana kabar rumah tangga Prabowo dan Titiek Soeharto?? KLIK DISINI.


READ MORE - KISAH CINTA PRABOWO SUBIANTO

...

Kamis, 24 April 2014

PROFIL PRABOWO DAN PENGALAMAN PRIBADI SAYA BAGAIMANA MENGENAL DIA.

Comments

 PRABOWO SUBIANTO

Saya mulai menyukai pribadi Prabowo, semenjak beliau semenjak tahun 1997 ketika saya menonton sebuah acara dokumenter di TVRI tentang keberhasilan Kopasus Indonesia mengibarkan bendera merah putih di puncak gunung tertinggi di dunia Mount Everest - Himalaya, dan pemimpin rombongan pada waktu itu adalah Prabowo Subianto. Saya punya mem-batin waktu itu, "wah ini orang hebat, suatu saat akan memimpin negeri ini."


Saya kembali connect tentang dia pada waktu peristiwa 98. Tepat tahun 98 saya berada di Jakarta. Saya sedang kuliah di Universitas Persada Indonesia - UPI YAI, sebuah kampus dengan jurusan Akuntansi terbaik di Jakarta. Saya juga turut terlibat dalam demo besar mahasiswa, menduduki gedung DPR/MPR sampai memaksa rezim order baru dibawah kepemimpinan Soeharto runtuh. Salah satu adik kuliah saya jadi korban. Kita tentu masih ingat Sigit Prasetyo, Mahasiswa Teknik Sipil YAI Jakarta Gugur dalam peristiwa Tragedi Semanggi pada tanggal 13 November 1998. Bersama 15 teman mahasiswa dari berbagai universitas mereka sekarang dihormati sebagai Pahlawan Revormasi. RIP..


Waktu itu Prabowo kembali menjadi sorotan karena dianggap mengerahkan sejumlah pasukan untuk tindakan makar. Belakangan dibantah oleh beliau dan belum terbukti sampai hari ini.  Prabowo kemudian bermukim di Yordania sebagai pengusaha, dan akhirnya kembali ketanah air dan mengikuti jejak saudaranya Pak Hasyim menjadi Pengusaha Nasional yang sukses sekali. Mungkin karena darah ekonom dari ayahnya mengalir dalam nadi-nya.

Sekarang Beliau menjadi kandidat kuat Presiden dari Partai bentukannya Gerindra untuk Pemilu 2014.


Bertemu prabowo

 
Sekitar tahun 2008, 1 tahun sebelum pemilu, hampir disemua televisi setiap hari menampilkan iklan HKTI dan Prabowo sebagai ketuanya. Dengan jargon andalannya "mengembalikan indonesia kembali menjadi macan asia" ternyata sangat mengena pada pecinta perubahan. Dasarnya saya sudah kagum dan penasaran jadi saya mulai mencari informasi tentang beliau sampai akhirnya ada acara jumpa kader dengan ketua umum Partai Gerindra dan saya berhasil bertemu beliau.

Mendengar prabowo berbicara itu membangkitkan semangat patriotisme/cinta tanah air. gaya bicaranya berapi-api, kharismatik dan sangat berwibawa. Pemaparan visi misinya sangat jelas. 


Saya kemudian berjabat tangan dan mengucapkan "Tuhan memberkati Bapak, saya berasal dari So'E NTT".  Ucapan saya dibalas "sukses untuk anda".
 
Semenjak itu saya adalah sukarelawan beliau. Sebisa mungkin saya menceritakan platform beliau dan mempengaruhi banyak orang untuk bergabung dalam Gerakan Indonesia Raya.
 

Dengan idealisme yang tinggi yang dimiliki beliau, saya yakin Prabowo tidak akan berhenti bergerak sampai memimpin negeri ini menuju kejayaannya. Amin.
So, sebenarnya siapa sebenarnya Prabowo Subianto ini?
 
Ambilah snack dan secangkir kopi hitam, enjoy your time and here we go...

Prabowo adalah anak dari begawan ekonomi Indonesia, Soemitro Djojohadikusumo, dan cucu dari Raden Mas Margono Djojohadikusumo, anggota BPUPKI, pendiri Bank Negara Indonesia dan Ketua DPA pertama.
Kakek Prabowo, Raden Mas Margono Djojohadikusumo
Ayahnya berkenalan dengan seorang gadis asal Manado yang sedang belajar juga di Belanda, setelah beberapa kali diundang ke acara Persekutuan Mahasiswa Kristen asal Indonesia, mereka pun menikah. 

Ia memiliki dua kakak perempuan, Bintianingsih dan Mayrani Ekowati, dan satu orang adik, Hashim Djojohadikusumo. Saat ini, Hashim dikenal sebagai seorang pengusaha handal, dengan bisnis di puluhan negara termasuk Kanada, Russia dan Indonesia.



Prabowo adalah keturunan dari Panglima Laskar Diponegoro untuk wilayah Gowong (Kedu), yang bernama Raden Tumenggung Kertanegara III. Prabowo juga terhitung sebagai salah seorang keturunan dari Adipati Mrapat, Bupati Kadipaten Banyumas Pertama. Selain itu, garis keturunannya dapat ditilik kembali ke sultan-sultan Mataram.
Pangeran Diponegoro
Prabowo menikah dengan Siti Hediati Hariyadi alias Titiek Soeharto pada bulan Mei 1983 dan berpisah pada tahun 1998, tidak lama setelah Soeharto mundur dari jabatan Presiden Republik Indonesia.

Mertua Prabowo-Pak Harto dan Ibu Tien

Bagaimana Kisah Cinta Prabowo dan Titiek Soeharto,

 

Dikisahkan dalam buku biografi Sumitro yang terbit tahun 2000 itu bahwa pada bulan Mei 1983, putra ketiga Prof Sumitro Djojohadikusumo yakni Prabowo Subianto menikah dengan Siti Hediyati, putri Presiden Soeharto. Bertindak sebagai saksi dalam pernikahan tersebut Jenderal M Jusuf.

Peristiwa itu berlangsung setelah keduanya hampir dua tahun berpacaran. Banyak cerita beredar mengenai awal perkenalan Prabowo dan Titiek Soeharto.

Pertunangan dengan Titiek Soeharto bukanlah kisah cinta pertama buat Prabowo. Ia sebelumnya pernah menjalin hubungan serius dengan seorang gadis Yogya, namun putus di tengah jalan lantaran Prabowo sebagai tentara selalu sibuk tugas ke lapangan.

Kisah Cinta Prabowo dan Penyebab kegagalan pernikahannya akan saya lanjutkan di artikel khusus..KLIK DISINI untuk melihat kesih cinta Prabowo dan Titiek secara menyeluruh.

Dari pernikahan ini, Prabowo dikaruniai seorang anak, Didiet Prabowo. Didiet tumbuh besar di Boston, AS dan sekarang tinggal di Paris, Perancis sebagai seorang desainer.

saudara-saudari Prabowo dan Ibu

Karier Militer Prabowo

Prabowo Subianto sering disebut sebagai seorang jendral kontroversial. Prestasi, dan kontroversi Prabowo dimulai saat ia mendaftarkan diri di Akademi Militer Magelang pada tahun 1970. Lulus pada tahun 1974, tahun 1976 Prabowo dipercaya sebagai Komandan Pleton Para Komando Grup I Komando Pasukan Sandhi Yudha (Kopassandha) dan ditugaskan sebagai bagian dari operasi Tim Nanggala di Timor Timur.
Jabatan militer

Berikut adalah jabatan militer Prabowo Subianto
TahunJabatan
1976              Komandan Peleton Para Komando Group-1 Kopassandha

1977              Komandan Kompi Para Komando Group-1 Kopassandha

1983-1985    Wakil Komandan Detasemen–81 Kopassus

1985-1987    Wakil Komandan Batalyon Infanteri Lintas Udara 328 Kostrad

1987-1991    Komandan Batalyon Infanteri Lintas Udara 328 Kostrad

1991-1993    Kepala Staf Brigade Infanteri Lintas Udara 17 Kostrad

1993-1994    Komandan Group-3/Pusat Pendidikan Pasukan Khusus

1994             Wakil Komandan Komando Pasukan Khusus

1995-1996   Komandan Komando Pasukan Khusus

1996-1998   Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus

1998            Panglima Komando Cadangan Strategi TNI Angkatan Darat

1998            Komandan Sekolah Staf dan Komando ABRI


Operasi Penangkapan Presiden Fretilin Nicolau Lobato

Pada bulan Desember 1978, Kapten Prabowo memimpin pasukan Den 28 Kopassus yang ditugaskan untuk membunuh pendiri dan wakil ketua Fretilin, yang pada saat itu juga menjabat sebagai Perdana Menteri pertama Timor Leste, Nicolau dos Reis Lobato. Lobato tewas setelah tertembak di perut saat bertempur di lembah Mindelo, pada tanggal 31 Desember 1978. Karena prestasi ini, Prabowo mendapatkan kenaikan pangkat.

Pelatihan Komando di Fort Benning

Setelah kembali dari Timor Timur, karier militernya Prabowo terus melejit. Pada tahun 1983, Prabowo dipercaya sebagai Wakil Komandan Detasemen 81 Penanggulangan Teroris (Gultor) Komando Pasukan Khusus TNI AD (Kopassus). Setelah menyelesaikan pelatihan “Special Forces Officer Course” di Fort Benning, Amerika Serikat, Prabowo diberi tanggungjawab sebagai Komandan Batalyon Infanteri Lintas Udara.

Operasi Pembebasan Sandera Mapenduma

Salah satu pencapaian Prabowo saat menjadi pimpinan Kopassus adalah Operasi Pembebasan Sandera Mapenduma. Saat itu, 12 peneliti disekap oleh Organisasi Papua Merdeka. Pada gambar ini, Prabowo menyalami salah satu peneliti yang berhasil dibebaskan.
Pada tahun 1996, Komandan Kopassus Prabowo Subianto memimpin operasi pembebasan sandera Mapenduma. Operasi ini berhasil menyelamatkan nyawa 10 dari 12 peneliti Ekspediti Lorentz ’95 yang disekap oleh Organisasi Papua Merdeka. 5 orang yang disandera adalah peneliti biologi asal Indonesia, sedangkan 7 sandera lainnya adalah peneliti dari Inggris, Belanda dan Jerman[2]..

Ekspedisi Gunung Everest

Pada tanggal 26 April 1997, Tim Nasional Indonesia ke Puncak Everest berhasil mengibarkan bendera merah putih di puncak tertinggi dunia setelah mendaki melalui jalur selatan Nepal. Tim yang terdiri dari anggota Kopassus, Wanadri, FPTI, dan Mapala UI ini diprakarsai oleh Komandan Jendral Kopassus, Mayor Jendral TNI Prabowo Subianto [3]. Ekspedisi dimulai pada tanggal 12 Maret 1997 dari Phakding, Nepal.
“Waktu itu kita mendengar bahwa Malaysia sudah mencanangkan akan mengibarkan bendera kebangsaan mereka pada tanggal 10 Mei 1997. Saya tidak rela bangsa Indonesia, sebagai bangsa 200 juta jiwa, harus kalah dengan bangsa lain di kawasan kita. Karena mencapai puncak tertinggi di dunia sudah menjadi salah satu tonggak ukuran prestasi suatu bangsa” tulis Prabowo dalam buku ‘Di Puncak Himalaya Merah Putih Kukibarkan’.
Keberhasilan ekspedisi ini menjadikan Indonesia negara pertama dari kawasan tropis, sekaligus juga negara di Asia Tenggara pertama yang mencatat sukses menggapai puncak Everest.


Memimpin Misi Kemanusiaan PBB

Karier bisnis

Seorang Pengusaha yang sangat sukses
Prabowo memiliki dan memimpin dua puluh tujuh perusahaan di Indonesia dan di luar negeri. Ia adalah Presiden dan CEO PT Tidar Kerinci Agung yang bergerak dalam bidang produksi minyak kelapa sawit, lalu PT Nusantara Energy yang bergerak dalam bidang migas, pertambangan, pertanian, kehutanan dan pulp, juga PT Jaladri Nusantara yang bergerak di bidang perikanan.

Setelah meninggalkan karier militernya, Prabowo memilih untuk mengikuti karier adiknya Hashim Djojohadikusumo, menjadi pengusaha. Karier Prabowo sebagai pengusaha dimulai dengan membeli Kiani Kertas, perusahaan pengelola pabrik kertas yang berlokasi di Mangkajang, Kalimantan Timur. Sebelumnya, Kiani Kertas dimiliki oleh Bob Hasan, pengusaha yang dekat dengan Presiden Suharto. Prabowo membeli Kiani Kertas menggunakan pinjaman senilai Rp. 1,8 triliun dari Bank Mandiri.

Selain mengelola Kiani Kertas, yang namanya diganti oleh Prabowo menjadi Kertas Nusantara, kelompok perusahaan Nusantara Group yang dimiliki oleh Prabowo juga menguasai 27 perusahaan di dalam dan luar negeri. Usaha-usaha yang dimiliki oleh Prabowo bergerak di bidang perkebunan, tambang, kelapa sawit, dan batu bara.

Banyak kalangan menilai, Prabowo cukup sukses dalam berusaha. Pada Pilpres 2009, Prabowo ialah cawapres terkaya, dengan total asset sebesar Rp 1,579 Triliun dan US$ 7,57 juta, termasuk 84 ekor kuda istimewa yang sebagian harganya mencapai 3 Milyar per ekor serta sejumlah mobil mewah seperti BMW 750Li dan Mercedes Benz E300. Kekayaannya ini besarnya berlipat 160 kali dari kekayaan yang dia laporkan pada tahun 2003. Kala itu ia hanya melaporkan kekayaan sebesar 10,153 Milyar.

Karier Politik

1   1.     Partai Gerindra


Prabowo, bersama adiknya Hashim Djojohadikusumo, mantan aktivis mahasiswa Fadli Zon, dan mantan Deputi V Badan Intelijen Negara Bidang Penggalangan Muchdi Purwoprandjono serta sederetan nama lainnya mendirikan Partai Gerakan Indonesia Raya atau Partai Gerindra pada tanggal 6 Februari 2008. Ia menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina Dewan Pimpinan Pusat (DPP). Partai tersebut meraih 4.646.406 suara (4,46 %) dan menempatkan 26 orang wakilnya di DPR RI pada Pemilu legislatif Indonesia tahun 2009.

2   2.     Pemilu 2009

Pada 9 Mei 2008, Partai Gerindra menyatakan keinginannya untuk mencalonkan Prabowo menjadi calon presiden pada Pemilu 2009 saat mereka menyerahkan berkas pendaftaran untuk ikut Pemilu 2009 pada KPU. Namun belakangan, setelah proses tawarmenawar yang alot, akhirnya Prabowo bersedia menjadi calon wakil presiden Megawati Soekarnoputri. Keduanya mengambil motto 'Mega-Pro'. Keduanya juga telah menyelesaikan persyaratan administratif KPU dan berkas laporan kekayaan ke KPK. Deklarasi Mega-Prabowo dilaksanakan di tempat pembuangan sampah Bantar Gebang, Bekasi, Jawa Barat. Deklarasi ini menghabiskan ongkos Rp 962 juta. Deklarasi ini juga mendapat perlawanan sejumlah organisasi pembela Hak Asasi Manusia yang berencana akan berunjuk rasa di sejumlah tempat.
Hasil hitung cepat beberapa lembaga survei, yakni LSI(Lembaga), LSI(Lingkaran), LP3ES, Puskaptis, CIRUS, LRI, dan Quick Count Metro TV, memprediksi pasangan Megawati-Prabowo kalah telak dari pasangan SBY-Boediono, dan Pemilu Presiden 2009 berakhir dalam satu putaran. Hasil Perhitungan Manual KPU yang diumumkan 25 Juli 2009 tak jauh berbeda dengan hasil hitung cepat. Megawati dan Prabowo tidak hadir dalam acara penetapan hasil tersebut meski UU No.42 Tahun 2008 Tentang Pemilu Presiden dan Wakil Presiden mengamanatkan bagi tiap pasangan calon untuk hadir dalam penetapan hasil Pilpres.

3   3.     Pemilu 2014

Pada tanggal 17 Maret 2012, Prabowo menerima mandat dari 33 DPD Partai Gerindra untuk maju pada pemilihan presiden 2014. Pemberian mandat dilakukan di Desa Bojong Koneng, Jawa Barat.
Partai Gerakan Indonesia Raya telah menyatakan akan mengusung Prabowo sebagai calon presiden pada pemilihan presiden 2014. Prabowo sendiri sudah menyatakan kesediaannya untuk dicalonkan sebagai presiden, jika mendapat dukungan dari rakyat
Prabowo Subianto hadirkan "Enam Program Aksi Transformasi Bangsa" dalam kampanyenya; apabila terpilih menjadi Presiden Republik Indonesia, ia ingin membangun ekonomi yang kuat, berdaulat, adil dan makmur, melaksanakan ekonomi kerakyatan, membangun kedaulatan pangan dan energi serta pengamatan suberdaya air, meningkatkan kualitas pembangunan manusia Indonesia melalui program pendidikan, kesehatan, sosial dan budaya, membangun infrastruktur dan menjaga kelestarian alam serta lingkungan hidup, dan membangun pemerintahan yang bebas korupsi, kuat, tegas dan efektif.
Walaupun beberapa lembaga survei mencatat elektabilitas Prabowo tertinggi dibandingkan dengan calon-calon presiden lainnya, tidak sedikit pengamat politik yang meyakini kalau langkah Prabowo akan terganjal elektabilitas Partai Gerakan Indonesia Raya yang masih sangat rendah. Namun, poitisi senior Permadi mengatakan, Megawati Soekarnoputri berjanji akan mencalonkan Prabowo sebagai presiden pada 
pemilihan presiden 2014.
Berdasarkan hasil hitung cepat berbagai survey, Partai Gerindra berada diurutan 3 dengan perolehan suara kurang lebih 12%, maka Gerindra akan berkualisi dengan beberapa partai untuk memenuhi kuota 20% perolehan suara apabila tetap mengusung Prabowo sebagai Calon Presiden.

Berhembus kabar yang cukup kencang bahwa kemungkinan Gerindra akan berkualisi dengan PAN dan PPP untuk mengusung Prabowo dan Hatta Rajasa sebagai Capres dan Cawapres.
Pasangan ini dinilai akan mampu mengunguli Pasangan Jokowi-JK.
Kita lihat saja apa yang akan terjadi nanti di 9 Juli 2014 mendatang. SEMOGA MENANG
 


 VISI DAN MISI PRABOWO :

6 Program Aksi Tranformasi Bangsa 2014-2019 tersebut adalah:

1. Membangun ekonomi yang kuat, berdaulat, adil dan makmur.
2. Melaksanakan ekonomi kerakyatan.
3. Membangun kedaulatan pangan dan energi serta pengamanan sumber daya air.
4. Meningkatkan kualitas pembangunan manusia Indonesia, melalui program pendidikan, kesehatan, sosial dan budaya.
READ MORE - PROFIL PRABOWO DAN PENGALAMAN PRIBADI SAYA BAGAIMANA MENGENAL DIA.

...

WELCOME TO MY BLOG

Free Automatic Link

Followers

 

ANAK TIMOR DAWAN. Copyright 2008 All Rights Reserved Revolution Two Church theme by Brian Gardner Converted into Blogger Template by Bloganol dot com | Distributed by Blogger Templates Blog